Jumat, 21 September 2007

Sagu Pengganti Tepung Terigu Menghemat Devisa

Masih banyak yg belum kenal Sagu

Sebagian orang Indonesia masih belum bisa membedakan antara tepung Sagu dan Tepung Tapioka. masih banyak yang menyangka tepung Sagu sama dengan tepung Tapioka. Padahal sebenarnya kedua jenis tepung itu sangat berbeda karena dihasilkan oleh tanaman yang berbeda pula.

Di Indonesia tanaman Sagu banyak terdapat dihampir seluruh wilayah Nusantara akan tetapi habitat tanaman sagu tumbuh didaerah dataran rendah dipinggir sungai dirawa-rawa hutan gambut. Untuk saat ini daerah penghasil Sagu terbesar Riau, Ambon, Papua dan Kalimantan.

Masyarakat yang masih menjadikan Sagu sebagai makanan pokok hanya masyarakat Ambon, dan Papua. masyarakat Riau dan Kalimantan sudah lama meninggalkan Sagu dan beralih ke Beras. Persepsi Masyarakat Melayu Riau saat ini Sagu sebagai konsumsi Masyarakat miskin kaum marjinal, sehingga banyak masyarakat yang memakai sagu sebagai olok-olok untuk mengibaratkan orang yang dalam kondisi ekonomi sulit atau pas-pasan.


Berbeda dengan pandangan masyarakat terhadap sagu, program CSR Emp Malacca Strait (Kondur Petroleum S.A.) justru kebalikannya. Kondur CSR menjadikan Sagu sebagai tema untuk titik masuk dalam program-program pemberdayaan masyarakat yang ada di Kecamatan Merbau kabupaten Bengkalis. Tema Sagu bertitik tolak pada Potensi dan Keunikan lokal yang ada di kecamatan Merbau. Dengan produksi Sagu yang melimpah yang ditunjang dengan kebun sagu yang luas bukan hal yang mustahil akan menjadikan kecamatan Merbau akan menjadi klaster Industri Pangan Sagu.

POKJA POS Merbau (Kelompok Kerja Pangan Olahan Sagu Merbau)
Dalam mengawal rencana tindak untuk membangun Klaster Industri Pangan Olahan Sagu maka secara partisipatif dibentuklah Kelompok Kerja Pos Merbau, Kelompok Kerja Pangan Olahan Sagu Merbau, lembaga kolaboratif ini mengkoordinasikan berbagai macam lembaga seperti; Pemerintah daerah, perusahaan Pelaku-pelaku usaha yang bergerak di usaha pangan olahan sagu.